Penyakit Kista Ginjal

Ginjal merupakan organ tubuh yang penting. Karena berfungsi untuk mengeluarkan sampah dan bahan racun dalam darah. Bila itu tidak dikeluarkan bisa berdampak pada kesehatan manusia. Tapi, ternyata bersama dengan bertambahnya usia, maka bisa saja timbul kista dalam ginjal. Kista merupakan suatu bentukan kantung berisi air yang terdapat dalam rongga dan atau organ tubuh manusia, salah satunya ginjal. Kista ginjal umumnya jinak, jarang yang sampai menjadi kanker.

Kista biasanya baru diketahui saat melakukan pemeriksaan USG. Hal ini sering terjadi, karena kista ginjal jarang menimbulkan keluhan. Umumnya, kista ginjal tidak berbahaya. Jika tidak menimbulkan keluhan, maka kista ini biasanya berukuran kecil. Kalaupun berukuran besar, letaknya hanya di pinggir ginjal.

Usahakan untuk memeriksakan ulang setiap 6 bulan sampai 1 tahun sekali. Fungsinya untuk melihat perkembangan kista tersebut. Bila sampai usia 40 tahun tidak ada pembesaran yang signifikan dari kista tersebut, biasanya ukurannya akan tetap seperti awalnya. Namun, bila sudah mulai menimbulkan keluhan, segera periksakan kembali ke dokter, tidak perlu menunggu sampai 6 bulan berikutnya. Gejala yang nampak biasanya tergantung gangguan yang disebabkan oleh kista.

Berikut ini ada beberapa gangguan yang disebabkan oleh kista ginjal, yakni :

1. Gangguan karena pendesakan kista pada saluran kemih. Biasanya orang akan mengeluh pinggangnya sakit. Sama halnya dengan batu dalam saluran kemih

2. Timbulnya infeksi pada ginjal maupun saluran kencing. Gejala infeksi ini umumnya sama seperti demam diikuti gangguan berkemih. Saat kencing terasa nyeri dan panas. Lalu, seringkali merasa ingin kencing, tetapi jika sudah berkemih tidak bisa lancar. Terkadang juga sampai menimbulkan kencing darah

3. Ditemukan bentukan abnormal dalam kista trsbut. Hal ini biasanya terlihat saat dilakukan USG. Bentukan tersebut bisa semi solid (padat) akruh. Bentukan ini menunjukkan kemungkinan adanya keganasan. Karena itu perlu dilakukan pemeriksaan yanglebi lengkap, misalnya MRI scan

Jika terdapat keluhan akibat gangguan tersebut, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. Hal ini perlu pemeriksaan ulang untuk melihat progresifitas ginjal. Selain itu juga melihat apakah ada degenerasi maligna dalam kista. Tindakan baru dilakukan jika didapatkan gangguan fungsi ginjal dan atau keganasan

1. Tindakan awal yang dilakukan dengan menyedot (pungsi) cairan dalam kista. Caranya, jarum suntik diarahkan ke daerah ginjal yang terdapat kista. Karenanya, ini dilakukan dengan pengawasan USG

2. Cara kedua dilakukan pembakaran mukosa (lapisan kista) dengan skleroting agent. Maksudnya, agar lapisan kista tidak memproduksi cairan lagi. Bisa juga dengan cara bedah minimal invasif. Caranya dengan membuat lubang kecil di ginjal yang terdapat kista. Lalu, lapisan dalam kista dibakar dengan kauter suatu alat untuk membakar jaringan agar pendarahan berhenti.

3. Cara ketiga dengan nefrektomi (pengangkatan ginjal). Tapi ini adalah hal trakhir yang dilakukan. Operasi pengangkatan ginjal harus dilakukan bila ditemukan keganasan pada kista


=====================================

>>> Obat Herbal Alami Untuk Mengobati Penyakit Kista, Miom dan Tumor, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kista Ginjal and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>