Kista Ginjal pada Laki-Laki

Kista Ginjal pada Laki-Laki Ginjal adala salah satu organ didalam tubuh kita yang penting. Tetapi, ginjal bisa menjadi sangat rentan dengan serangan penyakit. Terdapat beberapa jenis penyakit yang bisa menyerang organ ginjal, dan salah satunya adalah penyakit kista. Penyakit kista ginjal adalah kista yang menyerang ginjal, dimana adanya jaringan yang mempunyai dinding tipis, selain itu bentuknya yang mirip seperi kantong dan didalamnya terisi dengan cairan. Penyakit kista ginjal  biasanya tidak menimbulkan adanya gejala. Dan untuk kebanyakan kasus yang terjadi, penyakit kista ginjal diketahui lewat pemeriksaan USG dan juga hasil dari CT scan. Tetapi, jika kista sudah cukup membesar, maka gejala pada penyakit kista ginjal pada laki-laki adalah ;

  1. Nyeri dibagian bahu, sakit punggung, dan juga dibagian perut atas akan mengalami pembesaran sehingga menyebabkan organ dibagian lainnya menjadi tertekan.
  2. Mengalami demam dan juga menggigil.

Penyebab dari terjadinya penyakit kista ginjal pada laki-laki adalah disaat lapisan permukaan ginjal melemah dan kemudian membentuk suatu kantong, kemudian kantong ini terisi dengan cairan dan kemudian berkembang menjadi penyakit kista.

Komplikasi yang terjadi untuk penyakit kista pada laki-laki adalah :

  1. Kista yang sudah terinfeksi : untuk kasus ini kista ginjal yang bisa terinfeksi. Dan jika suduah terinfeksi, maka kista ginjalpada laki-laki akan menimbulkan gejala demam serta nyeri.
  2. Kista pecah : kista ginjal pada laki-laki yang pecah akan menimbulkan rasa sakit dibagian punggung dan juga pada bagian sisi tubuh.
  3. Obstruksi urine : penyakit kista ginjal pada laki-laki yang bisa menghalangi aliran normal urine yang dapat menimbulkan terjadiya pembengkakan.

Tes dan diagnosis yang dilakukan untuk kasus penyakit ginjal pada laki-laki adalah :

  1. Melakukan tes pencitraan : Tes pencitraan yang dimaksud adalah seperti USG, cimputerized tomography (CT) scan dan magnetic resonance imaging atau MRI, dan biasanya sering digunakan agar bisa membantu mendeteksi penyakit kista ginjal yang sederhana. Selain itu, tes pencitraan yang dapat membantu dokter dalam menentukan apakah massa yang tumbuh didalam ginjal merupakan penyakit kista atau tumor.
  2. Tes fungsi ginjal : untuk tes yang satu ini biasanya pengujian pada sampel darah bisa mengungkapkan apakah penyakit kista ginjal bisa merusak fungsi ginjal.

Jika penyakit kista ginjal pada laki-laki sederhana tidak menunjukkan gejala dan tidak menyebabkan fungsi ginjal menjadi terganggu, maka Anda tidak membuthkan pengobatan secara khusus. Dan sebaliknya adalah, dokter biasanya akan merekomendasikan untuk menjalani tes pencitraan, seperti misalnya adalah melakukan USG, dan dengan berkala untuk membantu melihat kondisi dari kista ginjal Anda. Misalnya adalah seperti ukuran dari kista ginjal, dan jika ada suatu perubahan pada kista ginjal dan kemudian menunjukakn adanya tanda atau juga gejala, maka Anda dapat memilih untuk melakukan pengobatan di waktu itu, kadang untuk penyakit kista ginjal yang sederhana bisa hilang dengan sendirinya.

Untuk penyakit kista ginjal pada laki-laki yang menimbulkan gejala, maka pengobatan yang dilakukan adalah ;

  1. Menusuk, dan juga menguras kista, setelah itu mengisinya dengan alkohol. Kadang untuk membantu mengecilkan kista, aka dokter harus menyisipkan jarum suntik yang panjajng lewat kulit serta lewat dinding kista ginjal. Dan setelah itu cairan dikeringkan dari kista. Dan dokter Anda akan mengisi kista tadi menggunakan alkohol untuk membantu mencegah supaya kista tidak kambuh lagi.
  2. Operasi pengangkatan kista. Kista yang ukuranna besar dan menimbulkan adanya gejala kemungkinan membutuhkan pembedahan supaya bisa mengeringkan serta menghapusnya. Dan untuk membantu mengakses kista, maka ahli bedah akan membuat beberapa sayatan yang kecil di kulit Anda, serta dengan cara memasukkan alat yang khusus dari kamera video yang kecil. Dan dengan melihat video dari monitor di ruang operasi, maka ahli bedah akan memandu alat untuk ginjal anda dan kemudian menggunkana alat tadi agar bisa mengalirkan cairan dari kista, setelah itu dinding kista tadi akan diporong dan kemudian dibakar.

Penyakit kista ginjal bisa terbagi menjadi beberapa bentuk yakni adalah penyakit ginjal dengan multikistik, polikistik, dan juga penyakit kista tunggal atau soliter. Dan rasa nyeri yang muncul yang bisa terjadi jika letaknya berada di posisi tertentu sehingga akan terjadi suatu penekanan pada ureter dan juga pelvis yang dapat mengakibatkan terjadinya obstruksi dan akan terus berlanjut menjadi hidronephrosis. Jika terjadi suatu benturan di kista maka akan menyebabkakn terjadinya pendarahan didalam kista sehingga akan terjadi distensi dinding kista dan rasa nyeri yang muncul biasanya akan lumayan parah, apalagi jika terjadi suatu infeksi yang memang benar-benar akan menyebabkan munculnya rasa nyeri yang biasanya disertai dengan demam dan berbagai komplikasi yang terjadi.

Untuk itulah perlunya memelihara kesehatan dengan baik. mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi dan gizi yang tinggi sehingga kesehatan bisa terjaga dengan baik dan akan membantu memicu kenaikan sistem daya tahan tubuh secara alami. jika Anda melakukan olahraga dengan teratur, maka kondisi kesehatan juga akan semakin membaik.

Itulah informasi mengenai kista ginjal pada laki-laki, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semuanya. Terimakasih. 

Kista Ginjal pada Laki-Laki

Posted in Kista Ginjal | Leave a comment

Penyebab Kista Ginjal

Penyebab Kista GinjalPenyakit kista ginjal adalah kantong yang bentuknya bulat dan juga oval, isinya adalah cairan yang terbentuk didalam ginjal. Kondisi seperti ini biasanya terjadi untuk mereka yang sudah lanjut usia. Dan kondisi seperti ini mungkin berhubungan erat dengan adanya suatu kelainan yang serius yang sangat mengganggu fungsi ginjal didalam tubuh. dan sebagian besar dari penyakit kista ginjal biasanya bersifat jinak atau tidak menimbulkan penyakt kanker dan biasanya jarang sekali ditemukan komplikasi yang muncul karena kondisi seperti ini. Penyakit kista ginjal ini dikenal dengan penyakit kista ginjal sederhana.

Penyebab Kista Ginjal

Penyebab Kista Ginjal

Penyakit Kista Ginjal

Penyakit kista ginjal sederhana biasanya tidak menunjkkan indikasi gejala, dan tidak membutuhkan pengobatan khusus. Oleh sebab itulah, penyakit kista ginjal sederhana biasanya akan terdeteksi saat sedang dilakukan tes pencitraan untuk kondisi medis yang lain. Dan biasanya terdapat satu kista yang muncul didalam ginjal. Penyebab kista ginjal sederhana sampai saat ini masih belum jelas.

Penyebab kista ginjal bisa menimbulkan berbagai tanda atau indikasi tertentu. Gejala dari penyebab kista ginjal ini akan muncul disaat kista tumbuh dengan ukuran yang cukup besar, yakni adalah :

  1. Munculnya suatu infeksi yang bisa menimbulkan demam, menggigil, dan juga mengalami gejala infeksi yang lainnya.
  2. Dan selain itu, rasa sakit atau juga nyeri yang muncul didaerah punggung, bagian samping diantara tulang rusuk dan juga pinggul, atau juga bagian perut bagian atas dan jika penyakit kista mengalami pembengkakan dan akan menekan bagian organ yang lain.
  3. Sering buang air kecil
  4. Darah didalam urine, atau urine yang berwarna gelap.
  5. Fungsi ginjal yang mengalami penurunan, meskipun hal ini sangat jarang sekali terjadi.

Penyebab kista ginjal sederhan hingga saat ini masih belum dipahami dengan jelas. Disaat dinding dari lapisan ginjal sudah mulai melemah dan terbentuk suatu kantong, kantong tadi kemudian akan terisi dengan cairan sampai terlepas dan akan berubah menjadi penyakit kista. Hal ini adalah salah satu teori yang diyakni sebagai penyebab kista ginjal.

Terdapat berbagai faktor pemicu penyebab kista ginjal yang bisa membuat seseorang beresiko tinggi mengalami penyakit kista ginjal. Faktor usia dan juga jenis kelamin diantaranya. Mereka yang beruisia diatas 50 tahun akan memiliki suatu kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami penyakit kista ginjal yang sederhana.

Untuk menegakkan diagnosis pada penyebab kista ginjal, maka beberapa tes yang dilakukan adalah :

  1. Tes pencitraan
    Diagnosis ini dilakukan terjadi secara kebetulan lewat tes pencitraan untuk membantu memeriksa kondisi medis yang lain karena biasanya pada penyakit kista ginjal tidak akan menimbulkan indikasi apapun. dan tes pencitraan yang bisa membantu mendeteksi adanya penyebab kista ginjal adalah ultrasound, CT scan, serta MRI. Dengan melakukan tes pencitraan, maka dokter biasanya akan menentukan apakah ada kista atau juga tumor di ginjal.
  2. Tes darah
    Contoh darah yang akan diambil untuk kemudian dilakukan suatu pengujian di laboratorium yang berguna untuk mengetahui apakah penyebab kista ginjal yang muncul akan mempengaruhi fungsi ginjal secara umum atau tidak.
  3. Tes urine
    Contoh urine ang akan diambil untuk bisa dilakukan suatu tes pengujian, dan apakah adanya kandungan darah atau juga protein didalam urine.

Penyebab kista ginjal kemungkinan tidak membutuhkan suatu penanganan yang khusus jika kondisi ini tidak menimbulkan gejala serta indikasi dari terganggunya fungsi ginjal didalam tubuh. kadang, penyakit kista ginjal sederhana bisa hilang sendiri tanpa harus melakukan pengobatan.

Biasanya dokter akan menyarankan melakukan tes pencitraan secara teratur. Biasanya tujuan dari hal in dilakukan adalah untuk memonitoring apakah ada suatu pembengkakan dari kista yang terjadi. Dan jika muncul suatu tanda dan gejala akibat dari kista ginjal, maka sebaiknya segera menjalani pengobatan.

Beberapa penanganan yang kemungkinan dilakukan adalah :

  1. Prosedur operasi dari pengangkatan kista.
    Cairan yang ada didalam kista ini akan dikeringkan, dan setelah itu dinding ginjal yang ada pada kista kemudian akan dipotong dan juga dibakar.
  2. Prosedur pengeringan dan juga pengisian kista
    Cairan yang ada didalam kista kemudian akan dikeringkan oleh dokter. Caranya adalah dengan memasukan jarum kecil yang panjang dan dimasukkan ke dalam kista. Jarum ini kemudian dimasukkan dari kulit, sehingga akan menembus ginjal dan akhirnya kista. Setelah cairan pada kista tadi dikeluarkan, untuk bisa mencegah kista tidak kambuh lagi, maka baisanya dokter akan mengisi kista dengan larutan alkohol. Namun prosedur ini jarang sekali dilakukan karena kista biasanya akan bisa kembali muncul.

Jika Anda menderita penyakit kista ginjal, maka sangat disarankan sekali menghindari jenis olahraga yang melibatkan kontak fisik. Ginjal yang mengalami pembengkakan biasanya akan rentan mengalami cidera, meski dalam kondisi yang normal, hal ini adalah suatu hal yang sangat jarang terjadi. Anda juga disarankan untuk melakukan tes pencitraan, tes tekanan darah , serta tes darah secara teratur supaya bisa memonitor fungsi ginjal.

Itulah infromasi mengenai penyebab kista ginjal. Semoga informasi penyebab kista ginjal ini bermanfaat untuk Anda semuanya. Terimakasih.

Penyebab Kista Ginjal

Posted in Kista Ginjal | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Kista Ginjal

Kista ginjal merupakan kelainan yang disebabkan terbentuknya semacam kantung pada daerah ginjal dan terdapat pada kantung cairan tersebut. Kelainan ini mungkin saja berhubungan dengan penyakit serius, dan bisa mengakibatkan gangguan fungsi ginjal, sehingga tidak dapat diabaikan begitu saja. Untungnya, sebagian besar kista ginjal merupakan kelainan jinak sehingga penanganannya tidak terlalu rumit. Hanya sebagian kecil merupakan tanda adnaya masalah serius seperti keganasan pada ginjal.

kista-ginjal

Penyebab dan gejala dari kista ginjal

Belum didapatkan fakta yang memadai, bagaiman dapat terbentuk kista pada ginjal. Hanya saja diketahui bahwa kelainan ini biasanya terjadi pada orang yang sudah berumur. Biasanya terjadi pada orang tua yang berusia diatas 50 tahun. Selain usia, faktor risiko lain adalah pengidap darah tinggi.

Kista kecil tidak mengakibatkan gejala atau tanda yang serius. Sehingga penderita tidak merasakannya sebagai masalah serius. Jika bertambah besar, maka dapat terjadi berbagai keluhan seperti nyeri tumpul pada daerah belakang atau sisi penderita. Pada bagian bagian atas perut juga bisa timbul nyeri. Jika memang merupakan masalah serius, gejala yang dapat terjadi diantaranya adalah :

– Sering berkemih
– Demam tinggi
– Tekanan darah meningkat
– Nyeri yang amat sangat pada bagian sisi ginjal yang terdapat kista, terkadang nyerinya terasa hingga ke bagian belakang.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat kelainan dari kista ginjal adalah :

– Kista yang terinfeksi dapat mengakibatkan demam dan nyeri
– Kista pecah dapat mengakibatkan nyeri yang amat sangat pada bagian samping atau belakang tubuh

Diagnosis kista ginjal

Untuk mengetahui kista ginjal, ada beberapa pemeriksaaan yang dapat dilakukan, diantaranya :

– Pemeriksaan pencitraan, misalnya USG, CT Scan, MRI dengan pemeriksaan kista yang berada di ginjal dapat ditentukan, apakah tumor atau kista dan dapat ditentukan pula letaknya.

– Pemeriksaan fungsi ginjal, untuk mengetahui apakah adanya kista mengganggua kesehatan di ginjal atau tidak.

Jika ukuran kista tidak besar bukan merupakan gejala dari masalah yang serius. Dan tidak mengganggu kerja ginjal, maka belum perlu dilakukan tindakan pembedahan. Dokter akan mengajurkan pemeriksaaan berkala pada untuk mengetahui pembesaran yang terjadi , sehingga dapat dilakukan tindakan segera jika dirasa mulai mengganggu kondisi ginjal. Terkadang kista yang kecil akan menghilang dengan sendirinya.

Bagaimana mengobati kista ginjal ?

Untuk mengatasi masalah kista ginjal, terdapat beberapa jenis terapi. Jika kista berada daerah yang mudah dijangkau dari luar tubuh, dilakukan penususkan pada kista menggunakan jarum dari luar, langsung pada daerah tersebut. Biasanya menggunakan bantuan pencitraan untuk dapat menentukan lokasi kista yang tepat. Setelah mendapatkan lokasi kista yang tepat di ginjal, dilakukan pengeluaran cairan. Selanjutnya kista tersebut diisi dengan cairan alkohol untuk mencegah kekambuhan kembali dari kista ginjal. Meskipun telah dilakukan tindakan pengobatan dan pecegahan, prosedur pengeluaran cairan kista yang rentan mengalami muncul kembali.

Tindakan pembedahan dilakukan untuk pengangkatan kista. Tindakan ini dapat dilakukan dengan prosedur minimal invasif, memasukkan alat kecil yang didalamnya terdapat kamera video, melalui sayatan kecil. Dengan kamera tersebut dapat dlihat letak kista, sehingga dapat dilakukan tindakan pengangkatan.

Cara lain adalah dengan melakukan teknik operasi konversional dengan membuat sayatan kecil pada bagian sisi ginjal, selanjutnya dilakukan tindakan operasi untuk mengangkat kista ginjal.

Posted in Kista Ginjal | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kista Pada Ginjal

kista ginjalPenyakit kista pada ginjal merupakan lesi yang terutama terlihat pada dewasa, ukurannya bervariasi, bisa multipel atau bilateral. Pemeriksaan ultrasonografi ginjal atau sidik CT abdomen sering dapat membedakan kista ginjal jinak dari lesi neoplastik, walaupun anteriogram mungkin diperlukan. Jika kita tidak yakin bahwa kelainan tersebut jinak, maka fungsi kista ditambah sistogram ginjal (foto sinar x dari kista yang berisi kontras( bisa dilakukan. Cairan kista diperiksa bagi adanya darah dan atau sitologi abnormal. Pada kasus yang meragukan, eskplorasi ginjal dengan inspeksi visual pada lesi dan pembuangan dinding kista untuk analisis histology mungkin merupakan satu-satunya cara untuk membuat diagnosis definitive.

Penyakit kista pada ginjal biasanya terjadi karena kelainan bawaan, yang dikenal sebagai kasus penyakit kista ginjal (poly-cystic kidney disease/PKD). Biasanya gejalanya baru diketahui setelah penderita dewasa. Pembesaran kista tersebut dapat menganggu fungsi ginjal dan berakibat gagal ginjal.

Gejala penyakit kista pada ginjal adalah :

  1. Perut terasa kembung akibat terjadinya pembesaran ginjal
  2. Urin keluar dalam jumlah yang banyak, karena ginjal tidak bisa lagi memekatnya
  3. Adanya gumpalan besar pada bagian kanan atau kiri panggul

Pada penyakit ginjal polikistik diturunkan secara dominan autosomal, terbentuk penyakit kista pada ginjal yang semakin membesar yang berhubungan dengan kerusakan ginjal progresif. Penyakit ini dapat timbul nbersama dengan keluhan gagal ginjal kronis atau ditemykan saat skrinning keluarga pasien dengan penyakit serupa. Lebih jarang, penyakit ini timbul dengan keluhan massa abdomen, hipertensi atau rupture aneurisma Berry intracranial yang menyebabkan pendarahan subrakonoid. Gagal ginjal paling sering timbul pada usia setengah baya  dan bisa menimbulkan mual, muntah, anoreksia, gatal, kelelahan, poliuria, dan sebagainya. Kista bisa berdarah sehingga menyebabkan hematuria, terinfeksi, atau terasa nyeri. Terdapat peningkatan insidensi penyakit jantung termasuk kelainan katup, hernia dan penyakit divertikular, Pravalensinya 0.1%.

Jika pada keseharian kista tdak menimbulkan gejala apapun dalam melakukan aktivitas, penderita penyakit kista pada ginjal ini tidak perlu melakukan perawatan. Namun dokter menyuruh untuk melakukan tes pencitraan secara rutin untuk melihat apakah ukuran kistanya ini membesar. Terkadang kista ginjal akan menghilang dengan sendirinya. Untuk masalah kista yang menganggu, ada dua prosedur yang dapat dilakukan. Dokter akan melakukan pengeringan kista atau melakukan pengangkatan kista.

Penyakit kista pada ginjal memang tidak berbahaya dan penyakit ini juga jarang terjadi yang berubah menjuadi kanker kista. Namun, jika seseorang telah mengetahui adanya kista ginjal dan seseorang tersebut tidak melakukan pengobatan malam membiarkan kista itu begitu saja maka akan terjadi hal-hal yang lebih buruk lagi diantaranya adalah :

  1. Infeksi pada kista, sehingga menyebabkan demam dan nyeri
  2. Kista yang pecah, sehingga menyebabkan nyeri yang sangat di punggung atau tubuh bagian samping lainnya.
Posted in Kista Ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala-Gejala Kista Ginjal

Kista Ginjal adalah adanya suatu rongga yang berdinding epitel dan berisi cairan atau material semisolid pada ginjal baik hanya pada satu ginjal maupun pada kedua ginjal, baik korteks maupun pada medulla.

Beberapa faktor yang menjadi penyebab timbulnya kista pada ginjal, antara lain :

– Genetik

Penyakit kista ginjal bisa muncul karena adanya faktor keturunan. Kelainan genetik yang menyebabkan penyakit ini bersifat dominan atau resesif. Artinya bisa memiliki 1 gen dominan dari salah satu orang tuanya (autosomal dominant) atau 2 gen resesif dari kedua orang tuanya (autosomal resessive). Penderita yang memiliki gen resesif biasanya baru menunjukkan gejala pada masa dewasa. Penderita yang memiliki gen dominan biasanya menunjukkan penyakit yang berat pada masa kanak-kanak.

– Usia

Angka kejadian penyakit kista ginjal meningkat sesuai dengan usia, yaitu sekitar 20%  pada usia di atas 40 tahun dan 30% pada usia 60 tahun, namun secara umum kista ginjal lebih banyak diderita pada usia 30-40 tahun.

– Jenis Kelamin

Penyakit kista ginjal ini sering ditemukan pada pria dibanding wanita.

Ada beberapa gejala yang sering timbul pada penyakit kista ginjal, yaitu :

1. Nyeri Pinggang

Nyeri pada daerah sekitar ginjal disebabkan oleh adanya infeksi kista, perdarahan ke dalam kista-kista, dan peregangan atau penekanan dari jaringan yang berserat disekitar ginjal dengan pertumbuhan kista.

2. Hipertensi

Hipertensi terjadi karena adanya obstruksi atau iskemi segmental. Hal tersebut mengaktifkan hormon renin yang menyebabkan terjadinya vasokontriksi dan berakhir menjadi hipertensi

3. Sakit Kepala

Sakit kepala yang berat disebabkan oleh aneurysms pembuluh-pembuluh darah yang menggelembung di tempat di dalam otak. Sakit kepala juga dapat disebabkan tekanan darah tinggi.

4. Infeksi Saluran Kencing

Sama halnya dengan batu pada saluran kemih, kista ginjal juga menyebabkan timbulnya infeksi pada ginjal maupun saluran kencing. Gejala infeksi ini pada umumnya sama seperti demam, diikuti gangguan berkemih. Saat kencing terasa nyeri dan panas, kemudian sering kali merasa ingin kencing, akan tetapi kalau sudah berkemih biasanya tidak bisa lancar, terkadang juga bisa timbul kencing darah (hematuria). Infeksi menahun seperti ini yang dapat menyebabkan gagal ginjal.

5. Kelelahan

Hal ini terjadi karena penurunan produksi hormon eritropoiten yang berperan dalam produksi sel darah merah sehingga terjadilah anemia, akibatnya orang yang menderita penyakit kista ginjal mudah sekali mengalami kelelahan.

6. Mual dan Anoreksia

Rasa mual dan anoreksia muncul karena telah terjadi gangguan metabolisme protein dalam usus, selain itu meningkatnya ureum dalam darah menyebabkan terjadinya asidosis metabolik sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan asam lambung.

7. Penurunan atau Peningkatan Berat Badan

Penurunan berat badan dapat terjadi karena rasa mual dan anoreksia sehingga intake nutrisi tidak adekuat. Selain itu penurunan fungsi ginjal. juga berdampak pada penumpukan cairan dalam tubuh dan bisa menyebabkan terjadinya oedem pada seluruh tubuh sehingga orang yang menderita kista ginjal juga dapat mengalami peningkatan berat badan.

Posted in Kista Ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Herbal Kista Ginjal

Kista Ginjal merupakan tumor jinak terbanyak di ginjal. Sebanyak 70 persen tidak memberikan keluhan. Angka kejadian meningkat sesuai usia. Sekitar 20 persen orang pada usia 40 tahun mempunyai kista dan 30 persen pada usia 60 tahun.

Kista ginjal dapat tunggal ataupun multiple (banyak); baik di satu ginjal maupun kedua ginjal. Kista ginjal dibedakan beberapa bentuk. Yaitu, ginjal multikistik, polikistik, maupun soliter (tunggal).

Cara Mengobati Kista Ginjal

1. Ramuan Pertama

Bahan-Bahan :

– 1 genggam batang jeruk nipis
– 1 genggam daun benalu jeruk nipis
– 7 lembar daun sendokan segar
– 11 lembar daun pegagan dengan tangkainya
– 1 biji rimpang temuputih sebesar telor itik

Cara Pemakaian :

– Cacah batang dan daun jeruk nipis
– Kupas temu putih lalu di cuci dan di iris tipis
– Kemudian semua bahan di rebus dengan 5 gelas air hingga tersisa 4 gelas
– Setelah dingin, angkat dan saring
– Lalu diminum 3 kali sehari
– Masing-masing 2/3 gelas
– Lakukan selama sebulan.

2. Ramuan Kedua

Bahan-Bahan :

– 1 genggam daun pegagan segar dengan tangkainya
– 2 batang meniran (dengan akarnya)
– 7 jengkal akar alang-alang (kulit arinya dibuang)
– 1 biji rimpang temumangga sebesar telur itik

Cara Pemakaian

– Kupas temumangga, lalu di cuci dan diiris tipis
– Rebus dengan bahan lain dalam 5 gelas air hingga mendidih dan tersisa 4 gelas
– Setelah dingin, angkat dan saring
– Kemudian diminum 3 kali sehari
– Masing-masing 2/3 gelas
– Lakukan selama sebulan

Posted in Kista Ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kista Ginjal

Ginjal merupakan organ tubuh yang penting. Karena berfungsi untuk mengeluarkan sampah dan bahan racun dalam darah. Bila itu tidak dikeluarkan bisa berdampak pada kesehatan manusia. Tapi, ternyata bersama dengan bertambahnya usia, maka bisa saja timbul kista dalam ginjal. Kista merupakan suatu bentukan kantung berisi air yang terdapat dalam rongga dan atau organ tubuh manusia, salah satunya ginjal. Kista ginjal umumnya jinak, jarang yang sampai menjadi kanker.

Kista biasanya baru diketahui saat melakukan pemeriksaan USG. Hal ini sering terjadi, karena kista ginjal jarang menimbulkan keluhan. Umumnya, kista ginjal tidak berbahaya. Jika tidak menimbulkan keluhan, maka kista ini biasanya berukuran kecil. Kalaupun berukuran besar, letaknya hanya di pinggir ginjal.

Usahakan untuk memeriksakan ulang setiap 6 bulan sampai 1 tahun sekali. Fungsinya untuk melihat perkembangan kista tersebut. Bila sampai usia 40 tahun tidak ada pembesaran yang signifikan dari kista tersebut, biasanya ukurannya akan tetap seperti awalnya. Namun, bila sudah mulai menimbulkan keluhan, segera periksakan kembali ke dokter, tidak perlu menunggu sampai 6 bulan berikutnya. Gejala yang nampak biasanya tergantung gangguan yang disebabkan oleh kista.

Berikut ini ada beberapa gangguan yang disebabkan oleh kista ginjal, yakni :

1. Gangguan karena pendesakan kista pada saluran kemih. Biasanya orang akan mengeluh pinggangnya sakit. Sama halnya dengan batu dalam saluran kemih

2. Timbulnya infeksi pada ginjal maupun saluran kencing. Gejala infeksi ini umumnya sama seperti demam diikuti gangguan berkemih. Saat kencing terasa nyeri dan panas. Lalu, seringkali merasa ingin kencing, tetapi jika sudah berkemih tidak bisa lancar. Terkadang juga sampai menimbulkan kencing darah

3. Ditemukan bentukan abnormal dalam kista trsbut. Hal ini biasanya terlihat saat dilakukan USG. Bentukan tersebut bisa semi solid (padat) akruh. Bentukan ini menunjukkan kemungkinan adanya keganasan. Karena itu perlu dilakukan pemeriksaan yanglebi lengkap, misalnya MRI scan

Jika terdapat keluhan akibat gangguan tersebut, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. Hal ini perlu pemeriksaan ulang untuk melihat progresifitas ginjal. Selain itu juga melihat apakah ada degenerasi maligna dalam kista. Tindakan baru dilakukan jika didapatkan gangguan fungsi ginjal dan atau keganasan

1. Tindakan awal yang dilakukan dengan menyedot (pungsi) cairan dalam kista. Caranya, jarum suntik diarahkan ke daerah ginjal yang terdapat kista. Karenanya, ini dilakukan dengan pengawasan USG

2. Cara kedua dilakukan pembakaran mukosa (lapisan kista) dengan skleroting agent. Maksudnya, agar lapisan kista tidak memproduksi cairan lagi. Bisa juga dengan cara bedah minimal invasif. Caranya dengan membuat lubang kecil di ginjal yang terdapat kista. Lalu, lapisan dalam kista dibakar dengan kauter suatu alat untuk membakar jaringan agar pendarahan berhenti.

3. Cara ketiga dengan nefrektomi (pengangkatan ginjal). Tapi ini adalah hal trakhir yang dilakukan. Operasi pengangkatan ginjal harus dilakukan bila ditemukan keganasan pada kista

Posted in Kista Ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment